banner

banner

Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Melemah

Bengkulu - Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu secara resmi merilis data Laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu secara keseluruhan pada triwulan keempat tahun 2019 mengalami penurunan.

Selain penurunan angka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Angka inflasi Provinsi Bengkulu cenderung meningkat yang disebabkan beberapa faktor selama tahun 2019.

Kepala Perwakilan BI Bengkulu melalui Deputi Bidang Ekonomi dan Moneter, Rifat Pasha, dalam konfrenai pers dengan awak media, Senin siang (10/02/2020), menjelaskan penurunan pertumbuhan ekonomi Bengkulu tahun 2019 sebesar 4,96 dibandingkan tahun 2018 sebesar 4,99.

"Turunya sedikit..! Dan itu sebenarnya disebabkan dampak ekonomi global sehingga berimbas pada iklim ekonomi Bengkulu khususnya sektor usaha primer diantaranya CPO, Batubara dan Karet. Bila dipresentasikan mencapai diangka 34 persen," ujarnya.

Ia menambahkan, besaran Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Bengkulu tercatat pada Desember 2019 sebesar 0,59% (mtm) dan 2,91% (ytd) serta 2,91% (yoy). Lalu Inflasi IHK secara Nasional sebesar 0,34% (mtm) dan 2,72% (ytd) serta 2,72% (yoy). Inflasi Bahan Makanan Bengkulu sebesar 0,03% (mtm) dan 4,74 % (ytd) serta 4,74% (yoy)

Andil Komoditas Penyumbang Inflasi Bengkulu dipengaruhi beberapa hal diantaranya, Angkutan udara (0,3634), Daging ayam ras (0,0702), Bawang merah (0,0574), Bayam (0,0508) dan Bahan bakar rumah tangga (0,0464). Kemudian sektor Komoditas Penyumbang Deflasi Bengkulu meliputi, Cabe merah (-0,0821), Ikan tongkol / ambu-ambu (-0,0262), Apel (-0,0228), Sawi hujau (-0,0199) dan Buncis (-0,0149)

Posting Komentar

0 Komentar